Awalnya aku cuma penasaran aja sama lulur ini karena belum pernah pake yang namanya lulur bali. Setelah kubaca-baca ternyata bedanya adalah pada penggunaannya, kalo lulur mandi dipake saat tubuh keadaan basah, sedangkan lulur bali digunakan saat tubuh masih kering. Makenya digosok-gosok gitu sampe lulurnya rontok sendiri bersama daki-daki kita :p. Ini nih penampakan lulurnya...
Harga lulur ini Rp. 10.900,- dengan kemasan 100 gram. Bagiku ini nggak murah tapi juga nggak mahal. Awalnya sih sempet ragu dengan kemasan segitu bisa dipake berapa kali ya? Jangan-jangan cuma sekali pake :p. Dari kemasannya, semua varian lulur ini berwarna dasar coklat. Pembeda tiap varian adalah warna labelnya. Untuk varian milk, labelnya berwarna biru muda. Untuk ukurannya menurutku cukup bisa dibawa kemana-mana (jika dibandingkan dengan lulur mandi biasa). Kemudian ketika dibuka, ada lapisan aluminium foil yang menutupi pot lulurnya. Ini nih penampakan dalamnya...
Varian milk, lulurnya berwarna putih dengan scrub putih juga. Aku milih varian ini karena di antara sekian tester yang kucium (tester untuk semua varian ada,kecuali varian bengkoang), milk ini yang paling bersahabat aromanya. Aroma varian milk agak sedikit berbau susu tapi karena aroma melatinya lebih kuat, maka nggak jadi eneg. Sedangkan varian lain membuatku agak mual karena aromanya aneh dan eneg (sorry, Ovale...). FYI, itu aku cuma nyium testernya aja lho ya. Mungkin kalo varian-varian tersebut dipake di kulit, aromanya jadi nggak eneg, nggak tau juga deh aku.
Tujuan aku beli lulur ini sebenernya buat dipake di punggung. Tau sendiri kan kalo punggung itu bagian yang paling sulit dijangkau, jadi kalopun luluran, punggung sulit kena. Kalopun minta orang lain ngelulurin juga susah karena harus dibasahi dulu. Makanya aku beli lulur yang dipakenya dalam keadaan kering ini. Setelah dicoba di punggung, ternyata bagus juga. Lulur yang semula berwarna putih, saat rontok berubah jadi abu-abu (berarti daki di punggungku banyak dong ya? :p). Karena penasaran (jangan-jangan emang ni lulur bisa berubah warna, bukan emang bisa bersihin kulit), kucoba juga di tangan dan kaki. Tetep berubah warna sih, tapi cuma jadi sedikit abu-abu aja. So, berarti emang perubahan warna tergantung banyaknya daki dan sel kulit mati yang nempel di kulit kita.
Setelah menggosok-gosok dan merontok-rontok, baru deh kita mandi. Mandinya cuma sekedar bilas aja, jangan pake sabun lagi (di kemasan ditulis gitu). Rasanya setelah dibilas, kulit jadi licin dan lembab. Aromanya nempel di kulit tapi nggak menyebar ke mana-mana. Aku juga ngerasa bersih, entah itu sugesti atau nggak :p. Kalo soal klaim varian milk yang "membuat kulit tampak cerah berseri", aku sih belum ngerasain tuh. Lagian aku sih emang dasarnya nggak percaya kalo ada produk-produk gitu yang bisa bikin putih instan :p. Repurchase? Yes. Tapi aku juga tetep mau pake lulur mandi biasa aja. Lulur ini cuma buat selingan.





.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)