Tampilkan postingan dengan label Kaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Ovale Lulur Bali Milk

Awalnya aku cuma penasaran aja sama lulur ini karena belum pernah pake yang namanya lulur bali. Setelah kubaca-baca ternyata bedanya adalah pada penggunaannya, kalo lulur mandi dipake saat tubuh keadaan basah, sedangkan lulur bali digunakan saat tubuh masih kering. Makenya digosok-gosok gitu sampe lulurnya rontok sendiri bersama daki-daki kita :p. Ini nih penampakan lulurnya...





Harga lulur ini Rp. 10.900,- dengan kemasan 100 gram. Bagiku ini nggak murah tapi juga nggak mahal. Awalnya sih sempet ragu dengan kemasan segitu bisa dipake berapa kali ya? Jangan-jangan cuma sekali pake :p. Dari kemasannya, semua varian lulur ini berwarna dasar coklat. Pembeda tiap varian adalah warna labelnya. Untuk varian milk, labelnya berwarna biru muda. Untuk ukurannya menurutku cukup bisa dibawa kemana-mana (jika dibandingkan dengan lulur mandi biasa). Kemudian ketika dibuka, ada lapisan aluminium foil yang menutupi pot lulurnya. Ini nih penampakan dalamnya...


Varian milk, lulurnya berwarna putih dengan scrub putih juga. Aku milih varian ini karena di antara sekian tester yang kucium (tester untuk semua varian ada,kecuali varian bengkoang), milk ini yang paling bersahabat aromanya. Aroma varian milk agak sedikit berbau susu tapi karena aroma melatinya lebih kuat, maka nggak jadi eneg. Sedangkan varian lain membuatku agak mual karena aromanya aneh dan eneg (sorry, Ovale...). FYI, itu aku cuma nyium testernya aja lho ya. Mungkin kalo varian-varian tersebut dipake di kulit, aromanya jadi nggak eneg, nggak tau juga deh aku.

Tujuan aku beli lulur ini sebenernya buat dipake di punggung. Tau sendiri kan kalo punggung itu bagian yang paling sulit dijangkau, jadi kalopun luluran, punggung sulit kena. Kalopun minta orang lain ngelulurin juga susah karena harus dibasahi dulu. Makanya aku beli lulur yang dipakenya dalam keadaan kering ini. Setelah dicoba di punggung, ternyata bagus juga. Lulur yang semula berwarna putih, saat rontok berubah jadi abu-abu (berarti daki di punggungku banyak dong ya? :p). Karena penasaran (jangan-jangan emang ni lulur bisa berubah warna, bukan emang bisa bersihin kulit), kucoba juga di tangan dan kaki. Tetep berubah warna sih, tapi cuma jadi sedikit abu-abu aja. So, berarti emang perubahan warna tergantung banyaknya daki dan sel kulit mati yang nempel di kulit kita.

Setelah menggosok-gosok dan merontok-rontok, baru deh kita mandi. Mandinya cuma sekedar bilas aja, jangan pake sabun lagi (di kemasan ditulis gitu). Rasanya setelah dibilas, kulit jadi licin dan lembab. Aromanya nempel di kulit tapi nggak menyebar ke mana-mana. Aku juga ngerasa bersih, entah itu sugesti atau nggak :p. Kalo soal klaim varian milk yang "membuat kulit tampak cerah berseri", aku sih belum ngerasain tuh. Lagian aku sih emang dasarnya nggak percaya kalo ada produk-produk gitu yang bisa bikin putih instan :p. Repurchase? Yes. Tapi aku juga tetep mau pake lulur mandi biasa aja. Lulur ini cuma buat selingan.

Rabu, 17 Oktober 2012

Viva Hand and Body Lotion Bengkuang

Body lotion yang satu ini aku beli karena ingin coba-coba. Karena harganya yang murah (sekitar Rp. 3000an), jadi kupikir ga ada salahnya juga coba beli. Ini penampakannya...


Viva Hand and Body Lotion Tampak Depan dan Belakang

Dari kemasan sih kalo menurutku... kurang elegan (uuups... sorry viva :p). Design kemasannya juga kurang menarik. Sebenernya banyak lagi varian hand and body lotion viva, tapi aku nyobain yang satu ini karena tertulis mengandung UV filter.

Setelah diamati ingredientsnya, aku agak bingung yang mana ya yang berfungsi sebagai UV filter? -.-a Nih kusebutin ingredientsnya ya.... kalo ada yang tau yg mana UV filternya, kasih tau aku.

Ingredients: Aqua, Mineral Oil, Stearic Acid, Cetyl Alcohol, Benzophenon 3, Triethanolamine, Pachyrrhizus erosus Extract, Sodium PCA, Sorbitol, Perfume, Methylparaben, Propylparaben, Dinatrium Edetat, Butylated Hydroxytoluene.

Isi Hand and Body Lotion Viva Bengkuang

Warna lotionnya putih, tapi aromanya aku pribadi sih kurang suka karena lebih mirip aroma shampo (uuupss... sorry again viva :p). Heran juga kenapa viva milih aroma itu. Kan malah lebih enak kalo sekalian aroma bengkoang aja. Satu-satunya yang bagus dari produk ini adalah teksturnya yang mudah dioles dan mudah diserap. Soal kemampuan melembabkan, bagiku not bad lah (alias biasa aja :p). Mengenai efek memutihkan dan perlindungan terhadap UV, aku belum tau karena aku cuma make dlm hitungan hari aja trus berhenti. Kenapa berhenti pake? Alasannya agak unik sih sebenernya. Setiap aku make lotion ini sebelum tidur, kaki n tanganku langsung digigitin serangga (bukan nyamuk). Jadi kulit bukannya makin terawat, malah banyak bekas gigitan serangga +.+. Alhasil aku stop deh pemakaiannya... Sekarang lotionnya nganggur di rumah :p

So, kesimpulannya, kecuali viva melakukan perbaikan bagiku lotion ini ga bakalan kubeli lagi (sorry untuk yang kesekian kalinya ya, vivaaaa :p).

Senin, 15 Oktober 2012

Marina Hand and Body Lotion Natural

Sebelumnya aku tergolong yang males pake body lotion karena daripada dibeliin satu botol lotion kemasan 100 mL seharga Rp. 10.000an mending kupake beli dua mangkok bakso :p. Tapi kalo beli lotion yang murah, berasa ga ngefek. Itulah makanya kenapa aku males banget pake lotion.

Namun, kondisi cuaca yang ekstrim ini memaksaku untuk rutin memakai lotion T.T. Alhasil aku searching-searching lotion apa yang bagus tapi murah (tetep ga mau rugi :p). Maka saya menemukan body lotion yang satu ini...

Marina Natural Avocado & Olive Oil
(sumber gambar: geniuznur.blogspot.com)

Inilah lotion Marina pertama yang kubeli. Karena emang butuh buat melembabkan kulit, jadi aku pertama nyobain yang warna hijau dengan label "moisturizing". Aku beli yang kemasan 100 mL (krn msh nyoba). Harganya sekitar Rp. 3.000an (murah kaaan $.$). Kesan pertama pas nyium aromanya adalah: wangi banget. Trus pas nyoba dipake ternyata enak, mudah dioles dan mudah meresap di kulit, serta ringan. Tapi yang agak mengganggu buatku adalah wanginya agak berlebihan. Orang dari jarak 1,5 meter udah bisa nyium aromanya (kayak ngukur aja :p). Kalo soal melembabkan, kuacungin jempol buat Marina. Habis mandi pagi, pake lotion, trus pas siangnya habis kena air wudhu kulit terasa licin, yang artinya kelembabannya masih terjaga. Cuma wanginya aja yang udh hilang, hehehe... So far setelah sebulan lebih pake, kulitku jadi nggak kering dan makin haluuus (narsis nggak ya? :p).  Oya, FYI, aku make Marina rutin tiap habis mandi pagi dan sore.

Setelah habis sebotol, aku pun beli lagi. Tapi karena kurang sreg ama wangi Marina hijau, aku pengen nyobain varian lain. Setelah baca-baca, aku tertarik ama yang satu ini:


Marina Natural Ginseng & Vitamin E

Labelnya sih nyebutin kalo bisa merawat kulit tetap sehat dan bercahaya. Tapi ampe sekarang koq kulitku nggak nyala-nyala ya? :p. Lupakan tentang cahaya, varian Marina yang satu ini ternyata efek melembabkannya sama jagonya koq ama yang hijau (Avocado & Olive Oil). Trus aku jauuuuh lebih suka wangi yang varian ini karena lebih lembut. Wanginya baru bisa kecium kalo kita bener-bener nyium kulit kita. Maka mulai sekarang varian ini mantap kupake sebagai lotion habis mandi sore. Karena udah mantep, makanya aku langsung beli kemasan 350 mL. Harganya sekitar Rp. 7.000an.

Awalnya aku make Marina Ginseng & Vit. E ini sebagai lotion habis mandi pagi dan sore. Tapi karena kayaknya kalo pagi perlu lotion yang lebih melindungi terhadap sinar matahari, makanya waktu ke supermarket aku coba tengok-tengok lagi ke rak Marina. Selain itu juga biar nggak bosen ama wanginya, jadi sepertinya perlu dua varian yang berbeda antara pagi dan sore. Alhasil kutemukan yang satu ini... 


Marina Natural Apple & Sunscreen

Labelnya bilang mengandung sunscreen dan pas aku cek di ingredients-nya ternyata emang ada titanium dioxide. So, berarti emang bisa melindungi dari sinar matahari. Pas kucium wanginya segar, ada aroma apelnya sedikit (namanya juga mengandung ekstrak apel). Tingkat ketajaman wanginya di atas varian ginseng tapi masih di bawah varian avocado. Menurutku aroma varian yang ini masih masuk favoritku lah. Soal melembabkan, juga jagoan (kayaknya emg kemampuan melembabkan Marina ini sama ya pada semua varian). Aku beli yang kemasan 200 mL seharga Rp. 5.000an. 


So, kesimpulannya aku sudah mantap ama Marina Hand and Body Lotion Natural varian Apple & Sunscreen untuk dipake habis mandi pagi dan varian Ginseng & Vit. E untuk dipake habis mandi sore. Sepertinya aku akan beli masing-masing kemasan 200 mL untuk penggunaan sebulan. Jadi budget untuk body lotion sebulan cuma seharga dua mangkok bakso alias Rp. 10.000an (tetep makanaaaan aja pikirannya :p). Walaupun murah, tapi hasilnya ga murahan lhooo... kulit jadi lembab, halus, dan terawat...

Selamat merawat kulit ^.^