Selasa, 06 November 2012

Blemless Balm Cream (BB Cream) Caring Colours Everlast

Konon kabarnya BB cream berasal dari Korea dan banyak digunakan artis-artis di sana. Kirain cream ajaib apaaan gitu kan yaa... Kali aja kalo make tu cream bisa bikin wajah kita berubah jadi Song Hye Gyo atau Suzy Miss A gitu he he he... :p. Tapi ternyata tidak sodara-sodara... (ya iyalaaah), cream ini fungsinya sebagai pelembab+foundation (alas bedak) tapi nggak terlalu tebal alias tipis natural. Langsung aja deh, ini penampakannya...


BB Cream Caring Colours Everlast

Harganya sekitar Rp. 55.000an, dengan netto 35 gram. Bagiku dengan kemasan segede itu, isi 35 gram sangatlah mubazir. Mestinya ukuran kemasannya bisa lebih kecil lagi, selain mempermudah konsumen membawanya ke mana-mana, juga bisa menghemat biaya produksi. Apalagi ukuran tutupnya yang bulky banget, harusnya nggak perlu. Dengan tutup imut ala pasta gigi juga harusnya bisa lho... (berasa jadi RnD Martha Tilaar aja aku ni :p).

BB cream ini ada tiga varian, Fair White, Everlast, dan Luminizing. Fair White untuk kulit normal, Everlast untuk kulit cenderung berminyak, dan Luminizing punya efek anti-aging. Aku pastinya milih yang Everlast karena emang kulit wajahku berminyak. Khusus kemasan yang Everlast ini warnanya ungu muda agak pink. Aromanya mirip alas bedak dan wanginya nggak menyengat. Ini penampakan isinya...


Kalo menurutku tekstur krimnya lebih kental dari alas bedak Sari Ayu. Mudah diratakan di wajah, tapi sebelumnya tetep perlu pake pelembab dulu (padahal BB cream kan mengklaim diri udah mengandung pelembab ya :p). Meskipun wajahku berminyak, tapi ternyata tetep sulit lho meratakannya tanpa pelembab sebelumnya. Mengenai warna, aku kurang tau warna isi varian lain sama apa enggak, tapi yang Everlast ini warnanya coklat susu, kayak kardus gt :p. Tapi kalo dipake di wajah tetep nyatu koq warnananya, jadi jangan takut aneh. Setelah pake BB cream, aku pakein bedak tabur lagi karena tanpa bedak, kulit wajah jadi glowy gitu, kurang seger jadinya.

Mengenai daya kontrolnya terhadap minyak, BB cream ini so-so lah ya... mukaku tetep berminyak tuh. Tapi emang berminyaknya nggak kusam-kusam banget. Kalo soal daya covernya terhadap flek hitam atau noda bekas jerawat sih menurutku nggak nutup-nutup banget, tapi lumayan lah, namanya juga bukan alas bedak :p. Aku sih rutin tiap hari make BB cream ini tiap keluar rumah, tujuannya sebenernya buat ngambil efek anti UVnya aja (tadi belum disebutin ya?). Berhubung muka berminyak agak susah make sunscreen, jadi aku milih si BB cream ini aja deh. So, repurchase? Yes.

Senin, 05 November 2012

Listerine Antiseptic Mouthwash Natural Green Tea

Sekarang saatnya mouthwash alias obat kumur. Sebenernya sih sikat gigi aja udah cukup, tapi khusus saat puasa, sepertinya butuh bantuan benda yang satu ini deh supaya nggak bau mulut B). Aku sih pernah coba beberapa merk mouthwash yang nanti akan coba kureview satu-satu. Sekarang aku review yang ini dulu karena emang lagi kupake.

Produk ini harganya sekitar Rp. 7.000an dengan netto 80 mL. Aku beli yang kemasan kecil gitu biar gampang kalo mau dibawa-bawa. Sebelum kubahas lebih lanjut, ini dia nih penampakannya...


Listerine Natural Green Tea

Awalnya aku ganti-ganti merk mouthwash karena tergantung pada ketersediaan produk. Artinya, ketika aku ke supermarket X adanya merk A ya aku beli merk itu, trus kalo pas ke supermarket Z nggak ada merk A, adanya merk B, ya udah beli merk B. Yang terpenting bagiku adalah produk tersebut free alkohol.

Nah, pada suatu hari (kayak mau mendongeng aja :p), aku butuh mouthwash tapi budget lagi sangat minim B). Saat itu mouthwash yang biasa kupake udah habis dan kalo beli merk itu lagi budgetku nggak mencukupi karena hanya ada dalam kemasan besar (sekitar 250 mL kalo ga salah). Alhasil aku pun mencari-cari merk lain dan tampaklah merk Listerine ini. Listerine sepertinya sangat mudah ditemui di mana-mana. Tapi aku dulu nggak pernah pake merk ini karena nggak free alcohol. Saat itu aku sempet mikir nggak jadi beli mouthwash aja daripada make merk Listerine yang nggak free alcohol. Tapi... entah kenapa aku trus tertarik baca satu-satu labelnya di setiap varian Listerine, berharap nemuin kalimat "free alcohol". Daaaan... aku menemukannya di Listerin yang Natural Green Tea ini. Aku sih nemuinnya di kemasan yang gede (sekitar 200 mL), dan hanya ada di situ. Di kemasan yang 80 mL ini anehnya nggak dicantumin --a. Cuma pas dibaca di ingredientsnya emang sama persis kayak yang kemasan gede dan nggak ada alcoholnya. Alhasil aku beli deh mouthwash yang satu ini.

Bentuk botolnya mungil dan agak gepeng, jadi praktis dibawa ke mana-mana. Warna botolnya bening jadi bisa tau kualitas dan sisa isinya. Untuk varian green tea ini warna cairannya hijau muda kekuningan. Apabila terkocok sedikit saja cairannya mudah berbusa. Aromanya green tea plus mint yang segar dan tidak terlalu kuat. Rasanya pun nggak pahit dan nggak bikin rongga mulut kering. Aku biasa make sebanyak 1 tutup botolnya dan berkumur selama 30 detik. Kesegaran mulut pun terjaga selama beberapa jam. Biasanya aku kumur lagi pada siang hari sehabis wudhu untuk membuat mulut segar kembali. So far, ini adalah mothwash yang paling kusuka dari beberapa merk yang pernah kupake. Repurchase? Tentu saja.

Perfecting Mascara Caring Colours

Sekarang saatnya ngomongin kosmetik mata niih... Sebenernya aku amat sangat jarang sekali pake maskara. Aku beli maskara ini cuma gara-gara butuh make up buat wisuda sedangkan aku nggak suka make up di salon :p. Maskara ini pun ampe sekarang (sejak beli hampir dua tahun lalu, cuma kepake tiga kali doang: pas wisuda, sumpahan, dan satu kali wawancara kerja :p). So, barangkali ada yang mau beli maskaraku yang nganggur ini, silakan hubungi saya :D. Ini nih penampakannya...

Perfecting Mascara Caring Colours Black


Perfecting Mascara Caring Colours ini ada dua varian warna yaitu black dan satu lagi brown. Aku sih milih black karena kuanggap mungkin lebih netral aja. Harganya sekitar Rp. 50.000an (mahal... atau apa emang harga maskara rata-rata segitu ya? :p). Kalo dari kemasan sih menurutku maskara ini bagus. Warna kemasannya silver dan terkesan elegan. Kemudian setelah dibuka, ini nih penampakannya...


Sikatnya berbentuk agak melengkung yang bisa bikin bulu mata melentik (itu kata mbak-mbak SPGnya siiih :p). Warna maskaranya hitam pekat dengan tekstur kental. Satu hal yang mengganggu adalah aromanya yang agak tengik (apa semua maskara emang aromanya gitu ya? --a). Ketika diaplikasikan ke bulu mata, maskaranya dapat nempel dengan mudah ke bulu mata dan dapat juga dengan mudah diratakan menggunakan sikatnya. Setelah maskara mengering, bulu mata jadi sedikit lebih tebal, tapi nggak bisa melentik tuh (ada kemungkinan juga akunya yang kurang ahli pake maskara :p). Kalo soal ketahanan, asal nggak kena air maskara ini tetep aman di bulu mata (bahkan setelah keringetan sekalipun). Tapi kalo udh terbasuh air, maka akan ada seperti serbuk-serbuk hitam di sekitar mata pertanda maskaranya rontok.

Kalo ditanya apa yang paling nggak disuka dari produk ini adalah aromanya yang tengik. Selebihnya bagiku biasa aja. Aku nggak bilang produk ini bagus atau jelek karena emang baru ini maskara yang kupake. Repurchase atau no, jawabanku: NO, karena emang nggak suka pake maskara :p

Senin, 29 Oktober 2012

Facial Foam Caring Colours

Sebenernya aku pake facial foam ini karena memang pake BB Creamnya Caring Colours (maksudnya biar nyambung aja antara sabun muka dan cream yang kupake). Seperti biasa, yang pertama kulihat dari sebuah produk adalaaah... HARGA :p. Facial Foam Caring Colours yang kubeli ini harganya Rp. 10.700,- (80 gram). Menurutku harga tersebut tergolong standar untuk ukuran sabun muka. Ini penampakan produknya...



Facial Foam dari Caring Colours ini cuma ada satu varian yaitu fair white dan nggak dibedakan untuk kulit normal, kering, maupun berminyak (dianggap semua kulit kita ini normal kali ya :p). Sebenernya agak khawatir juga karena kulit wajahku kan berminyak, takutnya malah makin berminyak dengan sabun muka ini. Tapi semakin dipikir, perasaan selama ini juga beli sabun muka yang untuk kulit berminyak juga nggak pernah memuaskan. Kalo nggak terlalu kering ampe kulit bersisik, ya nggak mempan anti minyaknya *.*. So, yasudlah, akupun nekat aja beli sabun muka ini.

Kalo dilihat dari kemasannya, menurutku warna pinknya bagus, kalem. Tutup tubenya juga gampang dibuka n praktis. Kekurangannya adalah ukurannya yang terlalu besar untuk dibawa-bawa (apalagi kalo bepergian jauh, bisa makan tempat sendiri di dalam tas :p).



Mengenai isinya, Facial Foam ini berwarna putih dan memiliki scrub halus yang juga berwarna putih. Kekentalannya menurutku pas, nggak terlalu encer ataupun terlalu liat. Aromanya nggak terlalu wangi, sehingga mungkin bagi beberapa orang ngerasa kurang segar saat menggunakannya, tapi bagiku nggak masalah karena menurutku sia-sia aja sabun muka pake wewangian yang berlebih.

Soal kemampuan membersihkan, Facial Foam ini memuaskan koq. Wajahku yang berminyak bisa dibuatnya segar tanpa memberikan efek kering. Busa yang dihasilkan juga pas. Kadang kan ada sabun muka yang kurang berbusa dan malah bikin kulit terasa licin. Ada juga sabun muka yang busanya melimpah dan setelah dibilas pake air, kulit jadi super kering. Facial Foam yang satu ini menurutku pas, karena cukup berbusa dan setelah dibilas air, kulit terasa bersih tapi nggak kering.

Mengenai efeknya yang mengklaim bisa mencerahkan kulit wajah, menjaga kelembaban kulit, dan mengecilkan pori, menurutku yang paling kurasakan cuma menjaga kelembaban kulit :p. Kalo mencerahkan kulit, rasanya dari dulu warna kulitku ya gini-gini aja tuh nggak berubah. Kalo mengecilkan pori emang iya, tapi terasanya segera setelah make sabun muka. Dalam hitungan jam, pori-pori juga akan kembali ke ukuran semula. Mungkin ini karena kulitku emang berminyak, jadi pori-porinya sulit dikecilkan :D

So, kesimpulannya, aku udah klop ama Facial Foam ini. Nggak bakal ganti merk kecuali harganya menjulang tinggi atau aku udah nggak pake BB cream lagi :p

Rabu, 24 Oktober 2012

Bedak Marcks Rose

Kali ini aku mau review bedak muka yang kupake sehari-hari. Ini dia penampakannya...


Bedak Marcks Tampak Depan dan Belakang

Bedak ini kupilih karena murah, isinya banyak (bertahun-tahun baru habis), ringan, dan kandungannya relatif aman di kulit. Bedak tabur Marcks ini ada tiga varian warna yakni putih, creme (krem), dan rose (pink-seperti punyaku). Ini penampakan isinya:

Isi Bedak Marcks

Tekstur bedak ini halus dan ringan. Aromanya juga ringan atau malah bisa dibilang nggak ada wangi-wanginya :p (tapi aku suka). Soal warna, aku pernah pake ketiganya tapi menurutku hasilnya nggak beda jauh. Walaupun menurut beberapa orang, creme adalah yang paling memberikan hasil natural, tapi di mukaku semua sama aja tuh. Aku beli yang pink karena sebelumnya pake yang creme dan sebelumnya lagi udah pake yang putih, jadi cuma sekedar variasi aja biar nggak bosen.

Bedak ini kupake ke mana-mana termasuk kuliah, tes kerja, ampe nganter ibuku ke pasar sekalipun :p. Menurutku bedak ini cukup bisa memberikan hasil yang bagus di wajah. Asal wajah kelihatan pake bedak aja udah cukup B). Emang sih kalo muka ada bekas jerawat atau flek hitam gitu nggak bakal bisa ketutup sama bedak ini. Jadi kalo untuk acara-acara khusus kayak wisuda gitu ya aku pake bedak tabur lain yang lebih bisa mengcover wajah.

Beberapa orang bilang bedak ini bisa membantu menyembuhkan jerawat. Kalo dilihat dari kandungan asam salisilatnya sih itu mungkin saja. Aku sendiri nggak bisa bilang itu bener atau nggak karena aku nggak jerawatan :p. Kalo soal manfaat lain seperti bisakah mengurangi minyak, bisakah melindungi wajah dari UV, dll, jawabanku adalah: nggak. Bedak ini bisa kubilang bedak paling simple untuk wajah, jadi jika memang mau wajah terlindungi dari UV pakailah sunscreen/sunblock, dan jika ingin wajah nggak berminyak ya pakailah pelembab yang tepat. Pokoknya jangan mengandalkan bedak ini untuk dua hal tersebut :p

Harganya aku lupa tepatnya berapa (soalnya udah lamaaa banget belinya). Kalo nggak salah sekitar Rp. 10.000an (40 gram). Itu aku beli udah dua tahun lebih tapi masih ada separuh (padahal dipake rame-rame tiga orang :p). Bedak ini udah mantep akan kupake terus karena udah klop ^.^

Kamis, 18 Oktober 2012

Ovale Face Paper

Aku bersyukur punya kulit wajah yang berminyak karena kulit berminyak itu lebih awet muda. Apalagi aku emang nggak gampang jerawatan, jadi nggak ada alasan yang kuat bagiku untuk menghilangkan minyak di wajahku dengan kosmetik-kosmetik berat. Menghilangkan minyak dengan kosmetik berat malah bisa-bisa ngerusak kulit. Emang sih tetep terganggu dengan si minyak. Terutama saat cuaca panas dan keringetan, itu minyak wajah bisa lebih banyak lagi. Make up juga jadi susah nempel. Makanya jadi males juga pake make up dekoratif karena nggak bakal ngaruh di wajahku. Dipakein sebagus apa juga bakal luntur dalam hitungan jam. Buang-buang duit aja :p

So, cara yang kupilih untuk mengurangi minyak di wajah adalah dengan menggunakan kertas minyak wajah. Cara ini relatif lebih aman karena minyak di wajah diserap langsung oleh kertas, jadi nggak dengan menekan kelenjar minyaknya (seperti yg dilakukan oleh kosmetik untuk kulit berminyak). Produk kertas minyak wajah yang kupilih adalah:


Ovale Face Paper

Seingatku, produk ini sudah ada sekitar 7 tahun yang lalu. Kalo ga salah warna kemasannya putih bergambar buah-buahan dan berbentuk seperti notes. Saat itu aku sudah pake produk ini tapi kurang memuaskan. Minyak di wajah kurang terserap sempurna dan kemasannya kurang enak dibawa karena isinya gampang berantakan. Aku bahkan nggak make produk ini (saat itu) sampai habis. Setelah itu aku bahkan kapok make kertas minyak wajah dan nggak pernah beli lagi (merk apapun).

Setelah beberapa tahun berlalu, aku mulai pengen pake lagi kertas minyak wajah karena udah banyak merk-merk lain yang ngeluarin. Awalnya (setelah baca beberapa review di internet) aku tertarik ama kertas minyak produksi Jepang warna hijau (lupa merknya) yang konon katanya bagus banget. Tapi... pas tau harganya (kalo nggak salah sekitar Rp. 35.000an per 150 lembar), aku langsung mundur (jiwa ngirit muncul :p). Aku pun coba cari alternatif kertas minyak merk lain yang lebih terjangkau.

Ketemulah aku ama kertas minyak Clean and Clear. Banyak juga yang review kertas minyak ini bagus. Warna kertasnya biru, jadi jumlah minyak yang terserap kelihatan lebih jelas. Harganya Rp. 20.000an per 60 lembar (tetep mahal hiks...). Tapi ternyata pas aku ke supermarket, kertas minyak Clean and Clearnya kosong. Adanya cuma Ovale Face Paper. Awalnya aku ogah banget mau make produk ini lagi :p, tapi mau gimana lagi... udah jauh-jauh ke supermarket masa nggak jadi beli :D. Alhasil aku pun mencomot Ovale Face Paper (dengan berat hati :p). Toh harganya juga murah, sekitar Rp. 5000an per 100 lembar (timpang banget kan harganya ama produk yang lain :D).

Ovale Face Paper yang sekarang kemasannya baru. Warnanya ungu dan berbentuk seperti kantung, jadi isinya lebih bisa tersimpan rapi. Warna kertas dan teksturnya sepintas mirip ama yang dulu (siap-siap kecewa nih). Tapi ternyata ketika dipakeee... nggak seburuk yang dulu. Ovale Face Paper yang sekarang lebih bagus daya serap minyaknya. Mungkin Ovale sudah memperbaiki kualitas produknya. Aku kalo lagi banyak banget minyaknya, CUMA pake ampe 3 lembar :p. Nggak ngerasa sayang juga makenya banyak-banyak karena harganya murah meriah. Lagian juga herannya nggak abis-abis tu kertas. Aku beli sekitar 2 tahun yang lalu dan sampe sekarang masih banyak aja. Ini nih penampakannya...

Sebelum dipake di wajah

Setelah dipake di wajah

Kesimpulannya, Ovale Face Paper ini murah meriah lah. Dengan harga segitu udah tergolong bagus. Aku bilang produk ini bagus karena emang belum pernah nyobain merk lain. Trus kalo Ovale Face Paper yang kupunya sekarang udah habis, kemungkinan bakal beli lagi asal harganya nggak naik aja (tetep... miss ngirit :p).

Rabu, 17 Oktober 2012

Viva Hand and Body Lotion Bengkuang

Body lotion yang satu ini aku beli karena ingin coba-coba. Karena harganya yang murah (sekitar Rp. 3000an), jadi kupikir ga ada salahnya juga coba beli. Ini penampakannya...


Viva Hand and Body Lotion Tampak Depan dan Belakang

Dari kemasan sih kalo menurutku... kurang elegan (uuups... sorry viva :p). Design kemasannya juga kurang menarik. Sebenernya banyak lagi varian hand and body lotion viva, tapi aku nyobain yang satu ini karena tertulis mengandung UV filter.

Setelah diamati ingredientsnya, aku agak bingung yang mana ya yang berfungsi sebagai UV filter? -.-a Nih kusebutin ingredientsnya ya.... kalo ada yang tau yg mana UV filternya, kasih tau aku.

Ingredients: Aqua, Mineral Oil, Stearic Acid, Cetyl Alcohol, Benzophenon 3, Triethanolamine, Pachyrrhizus erosus Extract, Sodium PCA, Sorbitol, Perfume, Methylparaben, Propylparaben, Dinatrium Edetat, Butylated Hydroxytoluene.

Isi Hand and Body Lotion Viva Bengkuang

Warna lotionnya putih, tapi aromanya aku pribadi sih kurang suka karena lebih mirip aroma shampo (uuupss... sorry again viva :p). Heran juga kenapa viva milih aroma itu. Kan malah lebih enak kalo sekalian aroma bengkoang aja. Satu-satunya yang bagus dari produk ini adalah teksturnya yang mudah dioles dan mudah diserap. Soal kemampuan melembabkan, bagiku not bad lah (alias biasa aja :p). Mengenai efek memutihkan dan perlindungan terhadap UV, aku belum tau karena aku cuma make dlm hitungan hari aja trus berhenti. Kenapa berhenti pake? Alasannya agak unik sih sebenernya. Setiap aku make lotion ini sebelum tidur, kaki n tanganku langsung digigitin serangga (bukan nyamuk). Jadi kulit bukannya makin terawat, malah banyak bekas gigitan serangga +.+. Alhasil aku stop deh pemakaiannya... Sekarang lotionnya nganggur di rumah :p

So, kesimpulannya, kecuali viva melakukan perbaikan bagiku lotion ini ga bakalan kubeli lagi (sorry untuk yang kesekian kalinya ya, vivaaaa :p).